TALKSHOW DAN SEMINAR NASIONAL “MENYONGSONG GURU PROFESIONAL MASA DEPAN”


Acara Talkshow dan Seminar Nasional “Menyongsong Guru Profesional Masa Depan” ini diadakan selama dua hari, tepatnya pada tanggal 30-31 Mei 2016. Bertempat di lantai 9 Gedung Sertifikasi Guru, Universitas Negeri Jakarta. Acara ini terbagi menjadi tiga kegiatan inti, yaitu Pameran Foto, Talkshow bersama alumni SM3T angkatan IV, dan Seminar bertemakan “Kebijakan Penyiapan Guru Profesional Masa Depan” dengan narasumber salah seorang pejabat berwenang, Direktur Pembelajaran RISTEK DIKTI, Ibu Paristiyanti Nurwardani, MP. Acara ini memiliki tiga tujuan besar, yaitu mengetuk hati mahasiswa-mahasiswa tingkat akhir agar mau dan ikut serta menjadi “pemantik api” dan menjadi lilin-lilin kecil di tengah kegelapan di ujung pelosok Indonesia; memberikan informasi mengenai kebijakan pemerintah dalam upaya mempersiapkan guru profesional masa depan yang akan menjawab tantangan untuk menciptakan generasi emas 2015; dan mengetuk hati pihak-pihak yang berwenang untuk menyaksikan kenyataan pendidikan yang masih menyimpan pilu di ujung horizon persada nusantara. Tujuan-tujuan ini diharapkan tercapai melalui rentetan acara yang telah dipersiapkan dengan matang oleh Peserta Program Profesi Guru (PPG) SM3T angkatan IV UNJ.
Acara ini mendapat respon yang sangat baik dan cukup mengejutkan. Hal ini terlihat dari jumlah peserta yang membludak di luar perkiraan. Kriteria pemilihan peserta dilakukan dengan cara yang unik. Peserta yang ingin mengikuti acara ini tidak dipungut biaya alias free. Akan tetapi, peserta harus membawa buku bekas atau alat tulis sebagai tiket masuk. Benda-benda ini akan disumbangkan langsung untuk putra-putri bangsa di daerah 3T yang sangat membutuhkan. Ide yang cukup brilian dan tepat sasaran, hasil karya pribadi-pribadi berjiwa tulus yang ingin mendharmakan sedikit kepedulian demi pendidikan. Bukan mengutuki gelapnya malam namun berusaha menerangi lewat cahaya-cahaya kecil di sudut-sudut ruang kehidupan. Acara ini dihadiri oleh peserta yang berasal dari mahasiswa, guru, dan masyarakat umum.
Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB. Diawali dengan pembukaan pameran secara resmi oleh ketua LPP UNJ, Bapak Totok Bintoro, M.Pd . Pameran ini dirancang semenarik mungkin, berisikan sejumlah foto yang berasal dari para peserta SM3T angkatan IV yang saat ini menjalani PPG di UNJ. Foto-foto dengan tiga ukuran berbeda, besar, sedang, dan kecil. Foto yang bercerita lewat gambar-gambar yang mengagumkan. Menceritakan keterbatasan tanpa suara dan gerakan. Ada tawa dan kebahagiaan di tengah kesederhanaan. Ada tatap mata penuh harap dari mereka yang sempat terlupakan oleh ibu pertiwi. Ada juga raut wajah penuh terima kasih karena telah diperkenalkan dengan dunia pendidikan. Kisah sederhana dari anak-anak di ujung barat hingga ujung timur Indonesia. Berbeda warna kulit, rambut, dan raut wajah. Tapi tetap dengan satu hal yang sama yaitu “keterbatasan”. Foto yang dipamerkan membawa pesan moral tanpa rekayasa. Mencoba menghasut siapapun yang menyaksikan agar bertindak secara nyata dan melakukan apa saja untuk merubah keadaan. Iringan musik akustik juga telah disiapkan untuk menemani peserta pameran saat melihat-lihat foto-foto yang tersusun rapi di panel-panel segiempat yang telah tersusun rapi. Pameran dibuka selama dua hari, pada tanggal 30 hingga 31 Mei 2016.
Acara Talkshow dimulai pada pukul 13.00 WIB. Sebelum acara dibuka, peserta disuguhi video pendek tentang kisah pengabdian guru-guru SM3T selama berada di daerah penempatan. Kombinasi pengaturan susunan cerita nan apik dengan pemilihan musik pengiring yang menggelegar membawa penonton seolah-olah berada di daerah 3T. Riuh tawa, decak kagum, dan helaan nafas tertahan mengiringi pemutaran video. Tak jarang mata penonton terlihat berkaca-kaca karena terbawa suasana. Videopun berakhir dengan diiringi tepuk tangan yang sangat meriah dari seluruh peserta. Terllihat beberapa orang mengusap air mata yang sempat jatuh karena terharu.
Setelah penampilan video, acara dilanjutkan dengan menyanyikan lagu “Indonesia Raya”. Dipimpin oleh salah seorang peserta PPG UNJ jurusan seni, Wina. Rasa cinta tanah air seakan terpacu saat lagu kebangsaan Indonesia menggema memenuhi ruang seminar. Kemeriahan tidak berhenti hanya sampai di sana. Tampilan tarian khas yang berasal dari Aceh, tari Lieko’Pulo menambah meriah suasana. Tarian yang mencerminkan pendidikan, keagamaan, sopan santun, kepahlawanan, kekompakan dan kebersamaan. Sangat cocok sekali dengan jiwa yang ingin diangkat dalam seminar ini.
Doa pembuka pun menjadi pelengkap kesyahduan acara seminar. Doa-doa dipanjatkan agar semua pihak mendapatkan keberkahan dari acara yang sedang diselenggarakan ini. Doa dipimpin oleh M. Imam dari prodi pendidikan Bahasa Inggris.
Acara dilanjutkan dengan pemberian kata sambutan dari ketua panitia pelaksana Talkshow dan Seminar Nasional “Menyongsong Guru Profesional Masa Depan”, M. Sirojul dari Jurusan Biologi. Dalam kesempatan ini, ketua panitia pelaksana menyampaikan ucapan terima kasih atas kerja sama yang baik dari seluruh panitia  serta berbagai pihak yang telah membantu terlaksananya acara ini. Selain itu, Sirojul menyampaikan bahwa acara seminar ini diangkat dengan berpegang pada empata kata yang menjadi pegangan dalam program SM3T dan PPG yaitu Maju Bersama Membangun Indonesia (MBMI). Di dalam MBMI ada guru-guru profesional yang saling berpegang tangan berjuang demi membangun pendidikan Indonesia.
Kata sambutan dilanjutkan oleh ketua Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan, Bapak Dr. Totok Bintoro, M. Pd. Dalam sambutanya Bapak Totok menyampaikan bahwa Pendidikan Indonesia membutuhkan orang-orang yang memahami kondisi lingkungan di daerah secara mendalam. Bahkan seseorang tidak perlu menjadi guru jika tidak paham masalah-masalah pendiikan Indonesia PPG SM3T adalah rancangan jitu dalam membina guru-guru profesional yang memang telah ditempa jiwa dan raganya untuk memahami Indonesia. Setelah setahun bersentuhan langsung di daerah dan kemudan meningkatkan kualitas diri. Belajar bersama-sama mencari jalan keluar untuk permasalahan pendidikan di daerah masing-masing. Dan siap untuk kembali ke daerah menghadapi dan sedikit demi sedikit mengubah keadaan.
Acara dilanjutkan dengan penampilan dari kelompok paduan suara PPG SM3T angkatan IV UNJ dengan lagu Mars SM3T, “Maju Bersama Mencerdaskan Indonesia”. Gegap gempita mengiringi lagu yang diciptakan oleh Herman Anggita, Staf Layanan Informasi, Bagian Informasi dan Pelaporan Setditjen Pendidikan Tinggi ini.

Talkshow pun dimulai dengan tiga pembicara yang mengagumkan. Pejuang pendidikan yang bersedia mengabdikan diri mengajar hingga ke pelosok negeri, ke tanah-tanah yang sempat terlupakan, yaitu Arie Wahyu Sumarna, S.Pd., Akhmad Mustafa, S.Pd., dan I Gede Herdian K., S.Pd. Talkshow dipimpin oleh Tiger Barito selaku moderator. Ketiga pembicara ditempatkan di tiga tempat yang berbeda. Ari Wahyu ditempatkan di Simpang Jernih-Aceh Timur, Akhmad Mustafa di Nunukan-Kalimantan Utara, dan I Gede Herdian di Pegunungan Bintang-Papua. 

Komentar