KHABAR
NABI BERPINDAH
Berpikir Abu Jahil dalam hatinya
Dibuatnya surat dikirimkannya
Tiap-tiap kota tiba suratnya
Memanggil raja serta hulu balangnya
Lama sebentar
suratpun datang
Tibalah raja serta hulu
balangnya
Negeri mekah
hendaklah jalang
Dipanggil abu jahil
menyuruh datang
Tibalah orang ditengah rumah
Tikar permadani sangatlah indah
Tabir singkalah intan bertatah
Berkilat-kilat bagai peredah
Orang nan banyak
heran tercengang
Melihat alat sudah
terkembang
Berapa banyak tiar
teruang
Raja nan kaya
sangat terbilang
Duduklah orang ditengah rumah
Berdiri abu jahil datanglah sembal
Pada hatiku suatu masalah
Ada Muhammad dalam kota Mekah
Muhammad itu ialah
Nabi
Anak abdullah
bapalah mati
Menda’wakan dirinya
rasul ilahi
Agama kita inyo
ubahi
Mendengar kata yang demikian
Berkata orang dikerapatan
Meubah agama kami pun enggan
Baik Muhammad kita buangkan
Jangan dilawan
berkeras lidah
Dia berkata dengan
masalah
Lidahnya pasih
katanya pasahah
Tidaklah mungkin
dia kan kalah
Berkata pula setengah orang
Panggil Muhammad supaya datang
Setengah menegur setengah melarang
Mengikat leher mengabek pinggang
Kalau lekat tali
pada lehernya
Diseret pula timbal
baliknya
Leher yang ganting
putus akhirnya
Muhammad itu apa
adanya
Setelah hasil ditanya mufakat
Datanglah wahyu kepada Muhammad
Mewajibkan pindah sampai jauh
Di bumi Mekah hendak berangkat
Suruh Tuhanmu
hendaklah iktu
Perintah Tuhan
hendaklah ikut
Meninggalkan Mekah
hendak maksud
Bukan berpindah
kerana takut
Pindahlah engkau dengan rela hati
Jangan dikenal laba dan rugi
Sekalian nan tinggal perintah Ilahi
Jangan rusuh di dalam hati
Turut olehmu
perintah Tuhan
Sekarang kini
hendak berjalan
Meninggalkan ka’bah
jangan sayang
Sekalian itu
perintah Tuhan
Berkata nabi kepada Abu Bakar
Sahabat yang baik lagipun benar
Wahyupun tiba masa sebentar
Menyuruh aku hendak berpindah
Berkata Abu Bakar
kepada nabi
Jikalau itu rupanya
wahyu
Aku ini akan sama
pergi
Bersama hidup dan
bersama mati
Jikalau junjungan sampai berjalan
Dengan siapa aku engkau tinggalkan
Hari ini hari perpisahan
Takut junjungan kita berjalan
Mendoalah nabi
kepada Allah
Dipalingkan muka
tangan tengadah
Beribu rahmat turun
ke bawah
Iman di dada jangan
berubah
Berjalan nabi dengan abu bakar
Kapir munafik lalu mendengar
Dicarinya nabi hendaknya tampar
Berbilang-bilang berputar-putar
Dianya berjalan
berlari-lari
Sudahlah nyata
rupanya nabi
Rasakan dapat
haraplah hati
Disitu dibunuh pula
sekali
Haraplah hati kapir laknat
Senang membunuh disitu tempat
Tidak siapa kawan Muhammad
Seorang Abu Bakar tolan serikat
Kapir
berlari bercepat-cepat
Bukit
tsur itu lalu dipanjat
Bukit
yang tinggi terlalu sangat
Sampailah
nafas rasakan wafat.
dan carik2 kertas itu berakhir di sini....
Komentar
Posting Komentar