KHABAR MU’JIZAT NABI
Dengar olehmu tolan
sahabat
Karena nabi dengan mu’jizat
Barang ma’lum lalu
tersurat
Dalam kertas tempat
teringat
Kepada nabi alaihissalam
Karena takzim berahi dawam
Hati bercinta siang dan malam
Janganlah lupa sholawat dan salam
Sungguhlah Imam mula
bertemu
Dahulu Muhammad mulanya
nyata
Di dalam alam mula pertama
Kemudian zahir di hira
bunda
Di negeri Mekah bunda zahirkan
Pada petang ahad malam senin
Rabiul awal namanya bulan
Dua belas hari bilangan
Dengar olehmu suatu
cerita
Menyusui nabi orang
bertiga
Menyusu nabi kepada
bunda
Tujuh hari genap telah
berhingga
Mula pertama bunda Aminah
Tujuh hari menyusu tidak bertambah
Kedua lagi bunda Sawiyah
Sudah menyusukan Halimatussa’diyah
Berkata
pula burung dan kayu
Rasul
yang kecil pilih olehmu
Memelihara
dia sangatlah suka ku
Perlakukan
sembah kehendak aku
Malaikat itu lalu menajat
Kepada Allah Tuhan yang hayat
Rasul
yang kecil kurang pendapat
Banyaklah
engkau punya imanat
Turun
firman Allah ta’ala
Kepada
Malakat yang indah
Janganlah
kamu berhati susah
Tidak
menyusukan lalu Halimah
Sudahlah gerak takdir Allah
Halimah tiba di negeri Mekah
Di atas unta jamal yang
indah
Duduk berhenti dekat Ka’bah
Abdul
Muthalib lalu berkata
Kepada
Halimah orang berbangsa
Kabarkan
olehmu gelar dan naa
Ajam
dan arab keduanya nyata
Halimah itu indah bangsanya
Di dalam Mekah juga
pihan
Tanya yang tadi dijawabnya terang
Nama dan bangsa inyo kabarkan
Lama
saatnya dekat ka’bah
Sekira
berjalan tuan Halimah
Di
jalang bundanya Tuan Aminah
Di naiki jenjang lalu
ke rumah
Tuan
Halimah sampailah tiba
Dengan Aminah bertemu muka
Kedua bertemu sangatlah suka
Banyaklah pula kabar berita
Berkata Halimah orang bangsawan
Mana Aminah orang budiman
Anakmu muhammad hendak pilihkan
Kepada aku hendak berikan
Diberikan anak oleh
Aminah
Kepada haribaan tuan
Halimah
Anak berbadung sutera
yang indah
Mata memandang tidaklah
lengah
Sutera pembadung warnanya hijau
Ditempa panas gilau gemilau
Mata memadang bagaikan silau
Umpama bintang tengah gemarau
Setelah dekat Nabi pun
hampir
Dilihat nyata dipandang
zahir
Hati di dalam heran
terpikir
Dilihat sifat nabi yang
jumbang
Jikalau mata sudahnya kembang
Keluar warnayanya gilang gemilau
Cahaya sangat lagi cemerlang
Malam yang kelam jadilah terang
Lalu berkata neneknya
Nabi
Bawa olehmu bercukur
ini
Nama muhammad khatam nabi
Di rahim bunda bapaklah
mati
Berjalanlah
Halimah dengan nabi yang mulia
Semua
kayu memberi salam
Mu’jizatnya
banyak Saidil anam
Rasul
yang mulia rabbil ‘alam
Untanya kurus tuan
Halimah
Tidak terlawan unta
kapirah
Masa sesa’at takdir
Allah
Menjadi kuat unta yang
lemah
Oleh
karena mu’jizat nabi
Menjadi
hidup kayu nan mati
Halimah
melihat heranlah hati
Kepada
Muhammad banyaklah puji
Halimah tiba haripun
malam
Dilihat api sudahlah
padam
Dibukakan muka Saidil
anam
Jadi pelita malam yang
kelam
Jikalau sifat Nabi yang menang
Tidak berhingga bukan berbilang
Yusuf pun baik sangatlah jumbang
Muhammad juga nan pun ciwang
Jikalau dikenal sifat
muhammad
Mu’jizat banyak nyata
kiramat
Daripada adam hingga
kiamat
Tidak ada makhluk sama
derajat
Kepala nan bulat turut kupiah
Bau nan kembang sangkutan jubah
Perjalanan layuk lagipun lemah
Itulah sifat pemberi Allah
Jikalau di tilik cahaya mata
Cahaya benderang bulan pertama
Ketika malam menjadi pelita
Itulah sifat nabi yang sempurna
Dadanya nabi kalau
dipandang
Dadanya hampir bukan
kepalang
Mahar nabuat bagi
diturang
Berkilat-kilat umpama
bintang
Gigi bagus lipat pandan
Rupanya putih umpama intan
Cahaya pada gigi nyata
Galak tersenyum terbahak bukan
Mata
nan hitam lagipun buntar
Putih
berkeliling sempurna bundar
Mata
bercelak sudah terhandar
Itulah sifat saidil
basyar
Bulu mata lantik bukan kepalang
Melihat nan haram itu berpantang
Kepada nan baik pandangan terang
Itulah sifat nabi nan jombang
Hidung
sedikit menghingga panjang
Pipi berkilat pauh
dilayang
Janggut merabung
rapatnya sedang
Patut melarut rasanya
tulang
Waktu nabi sedang berjalan
Bayang-bayang tidak ada kelhatan
Sangatlah ajaib membawa heran
Itulah sifat pemberi tuhan
Bak sugi landak rupanya
jari
Betis nan jujur bak parut
padi
Tumit nan bulat telur
merpati
Perjalanan langkah
menurut hati
Berjalanlah nabi semasa itu
Dengan Halimah dua sekutu
Kepada ka’bah ke sisi pintu
Dari pada tempat keluar batu
Hajarul aswad nama
batunya
Intan syurga mula
dahulunya
Melihat nabi datanglah
ia
Muka nabi itu lalu
diciumnya
Nabi yang mulia banyak kiramat
Khataman nabi zahir mu’jizat
Sekalian umat atas selawat
Dari pada Adam hingga kiamat
Tetaplah nabi dengan
Halimah
Mati bundanya tuan
Aminah
Mati dahulu tuan
Abdullah
Dua bulan di rahim
tidak bertambah
Tuan Halimah bagian baik
Menyusukan muhammad Aminurrazak
Seorang pemarah sudara yang rapik
Keduanya menyusu sama seradhi
Berjalan
nabi dengan dhamrah
Gembala
kambing kasisi rumah
Datang malaikat takdir
Allah
Dado nabi lalunya bedah
Dhamrah itu lalu kembali
Kepada ibu berlari-lari
Saudaraku muhammad sudahlah mati
Dada babalah aku pandangi
Halimah itu lalu
tergamang
Turun di rumah tidak
dijenjang
Diturut anak lalu
dijalang
Anak bertanya heran
tercengang
Ada sesaat Nabi bertemu
Nabi tersenyum melihat bunda
Pada anak itu berkata
Pada hari ini apa nan tiba
Berkata
nabi kepada Halimah
Datang
malaikat takdir Allah
Dibaring
aku jadilah rabah
Dipegang kan aku dada
dibelah
Dadaku lalu dibelahnya
Diambilnya hati dikeluarkannya
Hati babalah dibuang darahnya
Dengan air emban lalu dibasuhnya
Alqah
pula orang namakan
Darah
segumpal dia keluarkan
Itulah tempat kediaman
syetan
Memakai
dia sekalian insan
Sudahlah suci hati muhammad
Ditahlil pula dengan seribu umat
Nabipun rajih terlalu barat
Alqah keluar dari tempat yang jahat
Ada
sesaat lamanya masa
Dikembalikan hati ke
dalam dada
Dada
bertemu tiada luka
Nabi
berdiri seperti mula
Sangatlah
ajaib perintah Tuhan
Dadanya
bening lagi disucikan
Keluar
dalamnya dunia syetan
Teguh
dalamnya taat dan iman
Nabi
muhammad bangsanya tinggi
Dadanya
bening lagipun suci
Tiada
padanya hadas dan dengki
Mahsyur
khabar ke sana sini
Ialah
sifat Habibur rahman
Mu’jizat
baik pemberi Tuhan
Banyak
nan ganjil membawa heran
Hingga
tasbih batu di tangan
Mu’jizat
nabi sangatlah nyata
Naik
saksi binatang dengan rasulnya
Tasbih
batu pada tangannya
Itu
mu’jizat pemberi Tuhannya
Air
terbit dari sela jari
Sahabat
menyauk dengannya kenda
Banyaklah
pula di sana mandi
Itu
mu’jizat khataman nabi
Makanan
sedikit menjadi banyak
Sahabatpun
makan hilanglah litak
Kenyanglah
perut jadilah katak
Sekalian
sahabat bercerai tidak
Jikalau berjalan berpayung awan
Sahabat bernaung tidak kepanasan
Adapun gentar sangat ketakutan
Itu mu’jizat habibur rahman
Ditunjuk sesaat bulan pun zahir
Kemudian itu turun ke dunia
Raja Habib melihat heran terpikir
Melihat sifat Saidil ajmil
Sudahlah gerak takdir Allah
Bulan di langit turun ke makah
Tiba di bawah jadilah belah
Dihari baan nabi mengucap syahadat
Lama sebentar belah di bumi
Masuk e lengan kanannya nabi
Sebelah masuk ke lengan kiri
Keduanya keluar jadi supai
Bulan
itu jadi sempurna
Kemudian
itu terbang segera
Ke
atas langit tempat semula
Raja
Habib melihat heran hatinya
Berkata
raja Habib kepada nabi
Wahai
Muhammad khataman nabi
Apa
nan teragak di hati engkau ini
Hendak
khabarkan sekarang kini
Waktu
itu berkata Nabi
Anak engkau setibah
tidak berkaki
Tidak
bertangan lagi perempuan
Sempurna
sempurna takdir ilahi
Raja
Habib itu lalulah iman
Dibenarkan
Muhammad rasul Rahman
Diucap
kalimah syahadat tuhan
Tujuh
ekor unta dia hadiahkan
Empat
puluh tahun umurnya nabi
Menjadi
Rasul dibangkit ilahi
Qur’an turun sama sekali
Syariah disitu ianya
sekali
Dua
belas lagi pula tambahkan
Menjadi
rasul nabi tetapkan
Naik
ke langit dpanggil Tuhan
Petangnya
ahad malam senin
Khabar
mu’jizat habislah sudah
Hamba
tuliskan mana yang mudah
Dengarlah
khabar nabi berpindah
di bumi Arab ke tanah
Mekah
sumber: carik2 kertas milik ibu, tak taulah siapa yg nulis
Komentar
Posting Komentar