PENGALAMAN MENGIKUTI TES BEASISWA LPDP DALAM NEGERI 2018


Beasiswa LPDP adalah salah satu beasiswa paling bergengsi di Indonesia. Beasiswa yang diperuntukkan bagi putra-putri terbaik Indonesia yang memiliki jiwa kepemimpinan dan profesional serta memiliki visi besar untuk kemajuan Indonesia. Beasiswa ini menyediakan dana yang cukup besar untuk para calon mahasiswa yang mencakup biaya perkuliahan, biaya hidup, uang buku, dan masih banyak biaya-biaya lainnya. Menyenangkan bukan, mendapat ilmu tetapi dibiayai dan diberi uang saku hehe. Oleh karena itu, peminat beasiswa ini sangat banyak. Al hasil seleksi penerimaannya pun cukup berat dan panjang.

Seleksi LPDP pada tahun 2018 dibuka sebanyak 2 gelombang. Gelombang pertama untuk beasiswa dengan tujuan kampus dalam negeri (DN) dan gelombang kedua untuk luar negeri (LN). Saya masih ingat pembukaan beasiswa LPDP DN saat itu. Karena hari itu tepat pada tanggal kelahiran saya, tanggal 7 mei 2018. Pendaftaran dibuka sampai tanggal 8 Juni 2018. Sedangkan LPDP LN dibuka pada 2 Juli 2018 dan ditutup pada tanggal 21 September. Periode pembukaan hampir sama untuk tahun-tahun berikutnya. Jadi, siap-siap ya teman-teman.

Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya, seleksi LPDP pada tahun 2018 sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Ada tiga tahapan seleksi.

Seleksi Administrasi

Pada tahapan ini peserta diminta melengkapi berkas-berkas yang diminta. Semua berkas diunggah secara online. Berkas-berkas itu diantaranya:

  1. ijazah S1,
  2. transkrip nilai S1,
  3. Rencana Studi berupa esai,
  4. Sertifikat Bahasa Asing yang masih berlaku (Toefl ITP, IBT, atau IELTS sesuai dengan jenis beasiswa yang dipilih),
  5. Surat Rekomendasi Dosen atau Atasan,
  6. LoA unconditional jika ada,
  7. KTP,
  8. Surat Keterangan Berbadan Sehat, dan Surat Keterangan Bebas Narkoba

Semua berkas diupload dalam bentuk pdf dengan ukuran maksimal 1 MB dan panjang nama file maksimal 90 karakter.

Kelengkapan berkas adalah salah satu poin penilain dalam seleksi ini. Jika ada salah satu berkas yang kurang maka otomatis gagal ke tahap selanjutnya. Seleksi ini untuk menilai keseriusan dan ketelitian, jangan sampai ada yang tertinggal karena kecerobohan kita. Kekurangan data adalah tanda bahwa peserta kurang serius dan LPDP tidak akan menerima alasan apapun.

Poin yang juga tidak kalah penting dalam seleksi administrasi ini adalah Penulisan Esai. Selain mensubmit data, kita juga akan diminta membuat Esai sebanyak 900-1000 kata berupa Statement of Purpose mengenai Kontribusi yang telah, sedang, dan akan dilakukan untuk Indonesia.

Tips untuk teman-teman yang akan membuat esai, usahakan sedapat mungkin memunculkan kekhasan diri sendiri. Hindari menjiplak atau meniru esai orang lain. Kemudian, tampilkan hal yang unik yang akan membuat kita berbeda dari orang lain. Penyusunan kata-kata yang baik dan menarik adalah kunci suksesnya penulisan esai. Jangan lupa tetap berfokus pada tema esai yang diminta. Jangan sampai tidak tepat sasaran. Sebaiknya sebelum menyusun esai buatlah poin-poin penting yang akan diceritakan sehingga esai tertata dengan struktur yang rapi. Gunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Pokoknya jadi diri sendiri aja :D

Pada tanggal 29 Juni pengumuman seleksi administrasi keluar. Alhamdulillah, saya bisa lanjut ke tahap selanjutnya, yaitu seleksi berbasis komputer (Online Assesment).

Seleksi Berbasis Komputer

Seleksi berbasis komputer diselenggarakan pada tanggal 24 dan 25 Juli 2018. Seleksi ini menggunakan sistem CAT yang meliputi Tes TPA dan Essay On The Spot Test. Tes TPA secara umum sama saja dengan tes TPA dalam tes CPNS atau tes TPA lainnya. Terdiri atas TPA verbal, nominal, dan penalaran. Tips untuk teman-teman yang sudah lama tidak membuka materi hitungan berhubung jurusannya tidak menuntut penggunaan matematika, ada baiknya belajar terlebih dahulu. Teman-teman bisa menggunakan buku-buku tes TPA salah satunya karangan Aristo Hakim. Essay yang diminta menggunakan tema berbeda-beda pada setiap peserta dengan jumlah kata dibatasi.

Pelaksanaan tes dilakukan di beberapa tempat di seluruh wilayah Indonesia. Untuk Wilayah Sumatera Barat dilakukan di Kota Padang. Peserta dibagi dalam beberapa jadwal tes berbeda. Saya mendapatkan jadwal tes pada tanggal 24 Juli 2018 pada jam 10.45 sampai jam 13.45 WIB. Sebelum memulai ujian, peserta dikumpukan dan dicek identitas dari masing-masing kartu peserta. Tepat pada pukul 10.45 tes dimulai. Sayangnya, kondisi lingkungan di sekitar gedung tidak terlalu mendukung. Di depan gedung tempat tes diadakan kegiatan musik menggunakan soundsistem yang cukup mengganggu konsentrasi. Hampir semua peserta merasa terganggu tetapi tes harus tetap dilanjutkan.

Saya mendapat soal TPA yang lumayan susah pada bagian verbal dan lancar untuk nominal dan penalaran. Setelah menyelesaikan soal-soal TPA, saya melanjutkan pada Essay. Saya mendapatkan tema tentang politik praktis. Saya diminta berpendapat tentang para mantan koruptor yang menjadi caleg. Saya pun mencurahkan semua kemampuan saya dalam penulisan essay ini. Selesai tes, hasil tes TPA langsung keluar di layar monitor ruang tunggu. Alhamdulillah saya mendapat skor 205.

Pada tanggal 31 Juli 2018 pengumuman tes online assesment dikeluarkan. Alhamdulillah, saya lulus untuk tahap kedua ini. Dan saya bersiap untuk seleksi selanjutnya.

Seleksi Substansi

Seleksi substansi untuk Wilayah Sumatera Barat diselenggarakan tanggal 24 dan 25 agustus 2018 di gedung KPN jati.

Seleksi Substansi meliputi dua kegiatan, yaitu Leaderless group discussion (LGD) dan wawancara. Seleksi substansi adalah yang paling berat diantara ketiga tes yang diberikan. Sebelum melaksanakan LGD, setiap peserta harus datang pukul 08.00 WIB membawa berkas-berkas yang sebelumnya telah diupload. Akan ada beberapa petugas yang akan mencocokan data yang ada. Jika ada data yang kurang dan berbeda maka dapat dlakukan diskualifikasi.

LGD dilakukan dalam kelompok yang terdiri atas 6 atau 7 orang. Peserta diminta duduk melingkar dan mengutarakan pendapatnya mengenai tema yang telah disiapkan. Selama diskusi, peserta akan dinilai oleh beberapa orang penilai yang berasal dari berbagai Instansi.

Sebagaimana namanya Leaderless, artinya diskusi yang dilakukan tidak boleh diintimidasi oleh salah satu pihak. Tidak ada yang memimpin atau yang dipimpin. Tips buat teman-teman yang akan mengikuti LGD, berembuklah sebelum memasuki ruang yang ditentukan bersama anggota kelompok. Siapa yang akan memulai dan usahakan tidak mendominasi pembicaraan.

Pada saat itu, saya berada dalam satu kelompok dengan beberapa calon mahasiswa magister maupun doktor. Ada yang jurusan pendidikan matematika, pendidikan fisika, farmasi, kimia, dan dokter. Didepan kami masing-masing mendapatkan satu lembar kertas berisi wacana mengenai sertifikasi keprofesionalan. Lalu kami diberikan waktu selama 20 menit untuk berdiskusi. Saya bersyukur mendapatkan tema ini, karena lumayan memiliki wawasan mengenai hal ini. Saya berbicara mewakili para pendidik.

Selesai LGD, setiap peserta harus mengikuti wawancara. Masing-masing diwawancarai oleh 3 pewawancara, 2 orang berasal dari instansi pendidikan dan 1 orang psikolog. Tes wawancara adalah yang paling berat. Pewawancara menanyakan berbagai hal mengenai prestasi masa lalu, rencana studi baik akademik maupun akademik, serta visi dan misi yang dilakukan di masa perkuliahan. Pewawancara ingin melihat kekonsistenan dan keteguhan peserta. Pewawancara tak segan-segan mencari kelemahan dan membunuh semangat peserta.

Saya diwawancarai oleh mantan rektor ITB, Penggiat pendidikan dan seorang psikolog. Saya sempat down saat itu. Saya benar-benar merasa dikuliti. Saya hanya terkulai lemah saat keluar dari tempat wawancara dan yakin bahwa saya tidak akan lulus. Tips untuk teman-teman yang bersiap untuk wawancara, pahami betul apa yang teman-teman ingin dapatkan saat di jenjang magister, apa yang membedakan dengan saat di jenjang sarjana, serta temukan alasan tepat mengapa teman-teman layak mendapatkan beasiswa ini.

Hari pengumuman tiba, saat itu tanggal 24 Agustus 2018. Saya sudah melupakan beasiswa ini karena merasa gagal saat wawancara. Saya baru sempat mengecek akun saya saat sore tiba. Betapa bahagianya saat yang tertulis disana adalah saya lulus seleksi substansi yang artinya saya berhak menjadi penerima beasiswa LPDP dan impian saya menjadi mahasiswa pascasarjana sudah di depan mata. Ternyata memang benar Allah Maha Baik.

Begitulah perjuangan saya saat mengikuti seleksi beasiswa LPDP tahun 2018. Semoga di tahun 2019 ini teman-teman mendapatkan pengalaman yang lebih menyenangkan dari saya. SElamat berjuang teman-teman. Bulan Mei sudah di depan mata. 

Komentar